Selama ini ada banyak sekali hal yang sebetulnya ingin saya tuangkan melalui tulisan, tapi tidak lama saya selalu bertanya kepada diri sendiri 'tulisannya bakalan menarik nggak ya?', 'mudah dibaca orang nggak ya?', 'kalau orang nggak suka dengan tulisan yang ini gimana?' dan sederet pertanyaan sejenisnya yang membuat saya terhenti menulis. Saya merasa bahwa sebenarnya yang sudah menghambat diri saya dalam menulis sampai sejauh ini adalah diri saya sendiri. Perasaan tidak yakin dan malas seringkali saya manjakan sampai-sampai saya justru tidak menghasilkan apa-apa. Bohong rasanya kalau saya bilang saya tidak punya cukup waktu untuk menulis dan padahal blog ini kan ruang kebebasan saya ya..
Saya salut sekali sama orang orang yang bisa melakukan suatu hal secara konsisten dan percaya diri di mana dalam hal ini adalah menulis. Pingin rasanya bisa seperti mereka, tapi ternyata hal itu tidak mudah buat saya hahaha. Sebetulnya saya tidak punya motivasi khusus saat membuat blog ini selain saya ingin menulis, menulis dan menulis. Mungkin ada beberapa hal yang harus saya tanamkan dari diri saya sendiri
No Pressure, No Deadline, Nothing..
Saya tidak punya 'tanggungan' apapun dalam menulis karena menulis di blog ini sifatnya bebas. Bebas berarti tidak ada tema khusus yang harus saya tulis, bebas menulis dengan gaya menulis saya sendiri dan yang pasti bebas dari deadline.
Write Like No One Is Reading
Walaupun blog ini bersifat publik dan tidak menutup kemungkinan tulisan saya akan dibaca orang, saya akan menulis selayaknya tidak akan ada yang membaca ataupun 'menilai' tulisan saya supaya saya tidak takut dan malu akan konten yang saya buat. Toh setidaknya saya berusaha supaya tulisan yang buat tidak menyinggung dan merugikan orang lain.
Saya bersyukur bahwa sebetulnya banyak hal yang dapat membuat saya terinspirasi, semangat dan bahagia. Hal itu bisa sesederhana bangun pagi, merawat diri saya, mengunyah makanan enak, ataupun mendengarkan musik. Melalui hal-hal tersebut saya akan mencoba untuk lebih bisa 'merasa' dan kemudian menuangkannya kembali kedalam bentuk tulisan. Yang pasti, saya ingin tulisan saya adalah refleksi tulus dari sebuah hal yang saya rasakan dan tidak terkesan memaksakan.