Friday, July 14, 2017

Writing: Pagi Yang Hanya Milik Saya

Pagi yang hanya milik saya,

Teringat akan waktu itu,
Terjaga setelah subuh, menyambut kehadiran matahari,
Menulis, merencanakan hari...

Hal-hal,
Hari,
Rencana,
Spontanitas,
Yang hanya milik saya seutuhnya..

Saya pernah memiliki itu seluruhnya..

Pagi ini,
Pintu di rumah saya terbuka lebar, saya membiarkan udara sejuk menyapa seisi rumah.
Silau dan teriknya matahari pun belum hadir menyirami kota pahlawan,
Aneh namun menenangkan...

Terpasang lagu-lagu lembut dari Phosporescent,
Secangkir kopi panas,
Segelas besar air putih dingin,

Pagi yang tenang dengan angin yang ramah,

Membuat saya teringat dengan hari-hari saya sebelum saya berbagi dunia,
Membuat saya rindu akan pagi hari seperti ini,
Pagi yang hanya milik saya...

7.08AM
Surabaya, 14 Juli 2017.
Hastuti Viana P. (Asti Viana)

Thursday, July 6, 2017

Thoughts: Tulisan di Sore Hari



Saat ini usia Aluna 11 bulan kurang 7 hari dan inshaAllah di bulan Agustus besok Aluna genap berusia 12 bulan, 1 tahun. Yang semula Aluna adalah 'baby', tidak lama lagi gelar itu akan berubah menjadi 'toddler'. Bagaimana perasaan saya? Excited iya, tapi tidak rela itu juga iya, pasti.. Kok rasanya waktu berlalu begitu saja ya?

Dulu sewaktu Aluna baru lahir, mikir tentang MPASI saat Aluna usia 6 bulan saja rasanya ahh masih lama kok, masih jauh. Mau membuka bungkusan kado baju bayi untuk usia 9-12 months rasanya pun nanti aja, masih lama. Tapi tahu-tahu saya sudah sampai di detik ini, lewat sudah hari-hari di mana saya belajar menyusui dan Aluna belajar menyusu. Lewat sudah hari-hari di mana saya menahan perih di saat menyusui, lewat hari di mana saya dan Aluna bangun setiap 2-3 jam sekali setiap harinya selama beberapa bulan pertama. Lewat sudah hari-hari di mana Aluna mulai mengenal dan mengkonsumsi sumber nutrisi lain selain ASI. Lewat pula hari di mana Aluna belajar minum dari sippy cup dan sedotan. Lewat sudah hari-hari tersebut.

Anak bayi ini yang tadinya begitu mungil, kenapa sudah hampir setahun ya usianya? Mellow sekali rasanya beberapa minggu belakangan ini, beberapa kali saya memandangi Aluna saat dia tertidur dan tidak terasa saya mulai meneteskan air mata. Entah perasaan apa yang saya rasakan, bangga, sedih, terharu, bahagia, jatuh cinta, tidak rela, semua jadi satu. Entahlah.

Yang pasti saya tahu adalah sekarang saya paham perasaan di saat orang tua berkata "Please don't grow up too fast" kepada buah hatinya. Perasaan di mana saya percaya tidak percaya, mau tidak mau, rela tidak rela, saya harus menerima bahwa momen-momen anakku Aluna sebagai seorang bayi akan lewat dan tidak akan bisa kembali. Saya pun sangat sadar bahwa terlepas dari segala materi yang manusia miliki, materi itu tidak akan bisa membeli waktu untuk berputar kembali. Ingin rasanya membekukan waktu, tapi itu bukan kuasa manusia.

Saya tidak bisa membeli waktu, namun saya bisa memberikan waktu yang saya miliki berupa atensi dan perhatian penuh kepada Aluna. Saya ingin bisa 'sepenuhnya ada' di saat saya merawat Aluna.  Karena sebagai seorang Ibu dan orang tua saya ingin memberikan yang terbaik untuk putra putri saya. Tapi seorang Ibu, seorang bapak, sepasang orang tua pun hanyalah manusia biasa, yang juga punya keterbatasan. Namun saya yakin, dengan segala keterbatasannya kami pun akan mengusahakan yang terbaik untuk putra putrinya supaya mereka bisa hidup lebih baik dan lebih mulia dari kedua orang tuanya.

Walaupun jika suatu saat nanti saya menemukan momen yang tidak mudah atau justru sebaliknya, saya selalu berdoa supaya untuk diberikan keyakinan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapinya. Walaupun jika suatu saat saya menemukan momen yang tidak mudah atau justru sebaliknya, saya selalu berdoa supaya untuk diberikan keyakinan dan kekuatan dalam menghadapinya. Saya juga berdoa supaya saya selalu bisa menikmati proses, memetik pelajaran di saat saya melakukan kesalahan, dan yang terakhir menjadi Ibu yang baik dan benar bagi Aluna (Dan anak-anakku kelak nantinya).

***

Ah Alunanda Hayu Indramanto..
Not only I have my whole life to pray for you, but I also have my whole life to raise you..
To pray and to raise..
So one day you'll become a better, bolder and braver person than I am..
A better, bolder and braver person to do right and to do good things to yourself and others.


Me and papa are here to provide your needs Alunanda, until one day you're ready to spread your  own wings... And soar with aims.


Wednesday, May 10, 2017

Thoughts: A Woman Of My Own

Source: Pinterest.

I am a wife and a mama of one, but what makes me them both is someone who stands and learns from the earliest until latest of time, before anyone else and after anyone else. That someone is me, a woman of my own.

I hope, as time goes by, I will always be..

A woman who loves to collect mugs,
A woman who loves taking care of herself,
A woman who loves to alluring scents,
A woman who loves having her home clean and tidy,
A woman who loves flowers; jasmines, frangipanis, cherry blossoms.. Oh those beauties..
A woman who loves her home but also eager to go to new places,
A woman who collects postcards, blank cards, frames over bags at any days,
A woman who loves to write every now and then,
A woman who knows her worth but also knows when to laughs at myself too,
A woman who wants to see the positivity in life,
A woman who always strive to feel and to be better,
A woman with hope, faith and dreams...

To the bold women out there and to the woman right here,
May we never ever lose ourselves,
May we always find ourselves,

Love,
Asti.

Wednesday, April 26, 2017

Thoughts: Bahagia

Bahagia itu apa?

Tentunya apa yang membuat saya bahagia, belum tentu membuat orang lain bahagia. Tetapi kalau buat saya, bahagia itu...

Anything that pleases my soul, even the tiniest, deepest, part of it.

Sebagai pengingat untuk selalu bersyukur, saya ingin menulis beberapa hal yang membuat saya bahagia dan bahagia untuk saya adalah,

- Di saat saya bisa menikmati udara pagi,
- Di saat saya menikmati segelas kopi di pagi hari atau sepiring mie goreng (guilty! hehehe)
- Di saat saya berkeringat setelah olahraga
- Di saat saya melihat rumah saya bersih, rapi, wangi
- Di saat saya pergi ke toko buku,
- Di saat saya memakai baju dengan warna kesukaan saya dalam berpakaian; biru tua, putih ataupun dusty pink,
- Di saat saya merawat tubuh saya sendiri

Juga di saat...

- Saya menjadi seorang Ibu,
- Saya menyambut suami pulang dari kerja atau dinas,
- Saya berkumpul dengan orang terkasih,
- Seluruh kelima panca indera saya dapat berfungsi dengan sempurna,

Dan tentu masih banyak lagi, hal-hal yang saya tulis di atas hanya sebagian kecilnya yang bisa saya pikirkan (Mungkin lain waktu saya akan menambahkannya). Lucu ya ternyata bahagia itu bisa sesederhana ataupun serumit itu ya.
Sesederhana itu karena sesungguhnya kebahagiaan itu selalu ada di sekitar kita.
Serumit itu karena sesungguhnya kebahagiaan itu selalu ada di sekitar kita, hanya saja kadang kita 'lupa' untuk merasakkannya.

Jadi apakah saya sudah bahagia hari ini? Saya rasa sudah dan saya bersyukur akan hal itu :) Bagaimana dengan kamu? Apa yang membuat kamu bahagia?

Tuesday, January 3, 2017

Thoughts: Terima Kasih 2016

Di tahun 2016 saya bersyukur akan banyak hal, diantaranya adalah saya bersyukur sudah diberi tanggung jawab untuk merasakan hamil, melahirkan dan pada akhirnya menjadi seorang Ibu. Selain itu saya pun bersyukur kalau saya melewati itu semua ditemani dan disupport oleh suami saya sendiri, karena siapa sangka sebagai pasangan seorang pelaut yang biasanya sering ditinggal layar, justru hampir setahun penuh kemarin suami saya lebih banyak dinas di dalam kota. Bahkan saya rasa kalau dipikir pikir, jumlah hari yang kami lewati bersama di tahun 2016 jauh lebih banyak dibandingkan dengan total jumlah hari di mana saya dan suami saya bisa bertemu saat pacaran selama kurang lebih 6 tahun. Sungguh itu adalah rezeki anak kami, Aluna. Sungguh Tuhan Maha Pendengar.

Saya bukan orang yang biasa membuat resolusi tahunan, karena jujur saja saya bukan orang yang konsisten. Atau mungkin apa saya seharusnya saya membuat resolusi tahun ini untuk menjadi orang yang lebih konsisten? Hahaha.. Tetapi walaupun begitu, semoga di tahun 2017 ini, apapun yang akan kami lalui, saya dan keluarga bisa menjadi orang yang positif, pandai bersyukur dan lebih taat lagi dengan Allah SWT. Oh satu lagi, mungkin saya bisa untuk lebih be present dalam mengurus anak, suami, keluarga dan tentunya diri sendiri.

Terima kasih Tuhan atas kebahagiaan dan pelajaran di tahun 2016.