Friday, July 6, 2018

Good Things: Senja di Surabaya

Kemarin sore kami bertiga mengunjungi rumah eyangtinya suami saya yang terletak di pusat kota Surabaya, kami memanggilnya Eyang Uti. Biasanya kalau ke rumah eyang uti Aluna selalu excited karena kebetulan sepupunya juga tinggal bersama eyang uti, jadi Aluna bisa bermain bersama mereka. Namun karena kemarin sepupunya Aluna sedang tidak di rumah jadi mungkin Aluna merasa bosan ya. Akhirnya papanya Aluna memutuskan untuk mengajak Aluna ke area sekitar balai kota Surabaya dengan berjalan kaki karena jaraknya yang sangat dekat.
 

Di depan gerbang balai kota Surabaya terdapat air mancur yang asalnya bukan dari kolam, melainkan dari lubang di lantai luar balai kota. Sesekali air mancurnya disemburkan dari lantai tersebut. Biasanya kalau pagi terutama di hari libur banyak sekali anak-anak yang bermain air basah-basahan, namun karena kemarin adalah hari kerja dan matahari sudah mau tenggelam jadi hanya ada kami bertiga serta dua anak laki laki dan dua orang dewasa yang mendampingi di sekitar situ.

Walaupun saat itu kami kesana bukan untuk main air melainkan hanya sekedar keliling keliling saja namun Aluna excited sekali, Aluna memang menyukai air dan begitu airnya tersembur dari dalam lantai Aluna langsung berbicara "Aiy manyur mama!" (Air mancur mama!) sambil berteriak kegirangan! Aluna berlari kesana kemari menunggu air mancurnya tersembur keluar lagi.


Sore itu adalah jam pulang kantor dan jalanan pun tampak ramai dengan banyaknya kendaraan berlalu lalang. Namun ramainya lalu lintas di sekitaran balai kota seakan membisu dan turut serta menjadi saksi indahnya sore itu untukku.

Proses matahari terbenam, warna langit jingga yang indah, udara sore kota Surabaya yang sejuk, ditambah dengan kegembiraan Aluna melihat air mancur. Jarang saya bisa menyaksikan hal tersebut karena biasanya saya banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Terutama di waktu waktu seperti ini. 

Damai sekali rasanya. Senja di Surabaya yang sederhana namun istimewa untukku.


Friday, June 29, 2018

Thoughts: Keluarga


Setiap keluarga memiliki kisah. Namun bagiku tidak hanya tugas seorang ibu, istri atau wanita, saya berharap setiap anggota keluarga bisa menjadi penopang, penguat dan penyemangat satu sama lain. Karena jika satu jiwa dan raga salah seorang jatuh maka tugas jiwa dan raga lainnya lah yang bisa menjadi penopang, penguat dan penyemangat supaya jiwa dan raga keluarga itu tetap hidup. Kasihilah orang orang mu, sekalipun mereka berasal dari garis luar namun telah kamu anggap sebagai keluarga. 

Lebih dan kurangnya diriku, teman hidupku dan putriku... Keluarga kecilku adalah pilihanku, hadiah terindahku dan mereka lah yang terbaik untukku. Melalui keluarga kecil inilah aku belajar dan merasa penuh.

Selamat hari keluarga nasional dari keluarga kecil kami yang tidak selalu lengkap, tidak selalu tenang, namun adalah akar terkuat untuk memulai dan rumah ternyaman untuk kembali.

Monday, January 15, 2018

Thoughts: Pengantar Minggu, Rumah dan Aluna

Selama ini saya takut kalau saya nggak mampu mengurus hal hal domestik rumah tangga tanpa bantuan suami ataupun asisten rumah tangga. Takut keteteran, rumah hancur lebur berantakan seperti habis terkena halilintar (lebay...). Apalagi jika hal tersebut kejadian kalau di saat saya lagi nggak fit dan Aluna sedang aktif-aktifnya. Akhirnya... Ketakutan saya pun terjadi juga! Banyak yang menyarankan kalau sudah begini kondisinya, kebersihan rumah 'ntar aja' yang penting anak tetap diurusin. Saya setuju kok, anak itu tetap prioritas nomor satu ada atau tidak ada asisten rumah tangga. Tapi... Pada dasarnya saya orang yang suka bersih-bersih dan nggak suka sesuatu yang berantakan apalagi jorok, jadi mau ada nggak ada asisten rumah tangga buat saya rumah harus tetap bersih dan presentable. Walaupun begitu, saya juga tetap membatasi diri kok dalam membersihkan rumah saya ga serigid sebelumnya, kalau lagi memang capek atau males ya saya biarin aja berantakan, tapi ya pada akhirnya saya akan tetap bersihkan lagi.

Jadilah akhir-akhir ini saya kerja bakti dan sedikit kecapekan. Tapi seakan Aluna memahami kalau kondisi saya sedang kewalahan. Di saat saya cuci piring, bersih-bersih ruangan, Aluna anteng. Entah dia menonton televisi, utak atik buku (iya, utak atik soalnya Aluna belum bisa baca! :p), sesekali saya kasi youtube, atau dia asyik dengan mainannya. Yaaaa, sesekali Aluna rewel sedikit dan saya terhenti melakukan aktivitas untuk ngomong 'Noooo', 'Tidak boleh!', 'Aluna mau ngapain ya itu? Bahaya lho..' kalau Aluna sudah mulai melakukan hal-hal yang berbahaya dan mencurigakan hahahaha... Yang membuat gemes sih kadang di saat saya melipat baju atau ngelap barang, Aluna jadi ikut-ikutan 'membantu' atau pura pura melakukan aktivitas yang sama, walaupun kadang kadang dia berinisiatif membantu 'ngepel' dengan baju bersihnya :D (Tapi paling tidak I've my own little helper...)

Udah gitu hal yang membuat saya kaget lagi, Aluna makannya semakin pandai. Emang sih Aluna bukan tipe anak yang selalu mau makan apalagi sampai habis, tapi akhir-akhir ini Aluna makannya lahap dan mau makan sendiri dengan anteng di high chairnya.. Beberapa pekerjaan saya berkurang: memaksa dan menyuapi Aluna!

Sebetulnya tadinya saya nggak kepikiran untuk posting apapun di blog, tapi tadi sewaktu saya lagi beres-beres bajunya Aluna dan dia lagi khusyuk makan nasi pakai telur orak arik saya menyadari kalau:
1. Sedikit demi sedikit semua bisa dihandle juga. Paling paling jadwal mandi kita berdua mundur jadi agak siangan dan semakin aktif pesan makanan lewat gofood.... Haha atau menggunakan jasa catering..
2. Aluna semakin kooperatif dan mengerti. Dia bisa diminta tolong, entah membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kembali mainannya yang tadinya diberantakin atau makan di kursinya sendiri. Terima kasih banyak ya Aluna sudah membantu mama :)
3. Betapa hebatnya wanita di sana yang bisa juggling antara keluarga, karir dan urusan domestik rumah tangga apalagi tanpa bantuan dari siapapun. Sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Saya merasa apa yang saya lewati bukan apa-apa dan belajar untuk semakin mensyukuri, bahwa yang saya punya sekarang; tempat tinggal untuk dihuni, kondisi badan yang kalaupun sakit masih bisa diatasi dengan istirahat dan minum obat, anak yang kooperatif dan suami yang sangat sangat memahami, membantu juga tidak menuntut. Ya, saya merasa bahwa apa yang saya miliki dan lewati sekarang sudah lebih cukup.

Hmm sepertinya itu dulu saja ya tulisan saya kali ini, Aluna sudah mulai nangis, gelendotan, nangis mau nyusu dan mamanya harus bersihkan karpet karena abis disiram yakult sama Aluna! Semoga hari senin kita menyenangkan :) Thanks for reading!

Saturday, January 13, 2018

Thoughts: Halo 2018!

Sabtu. Hari ke 13, di bulan 1.

Beberapa hari terakhir badan kurang fit, dimulai dari tenggorokan sakit, hidung mampet, sesak napas dan batuk kering. Duh, kalau gini rasanya pingin minum obat, makan yang hangat-hangat dan tidur siang dan tidur malam yang cukup. Tapi kenyataannya ga sesederhana itu ya, apalagi kalau sudah punya anak yang makin kesini jadwal tidur siangnya berkurang juga kebetulan Aluna kalau malam masih suka bangun sesekali. Di samping itu Asisten Rumah Tangga (ART) saya satu satunya yang sudah cocok meminta izin beberapa waktu lalu untuk kembali ke kampung menjenguk bapaknya yang sedang sakit. Awalnya hanya meminta izin 3 hari, tapi saya lebihkan beberapa hari karena dia juga belum pulang, tapi mendadak SMS saya minta izin dan meminta maaf untuk tidak kembali bekerja lagi. Ahh rasanya... Hehehe.... Jadilah saya dan suami beberapa waktu terakhir disibukkan dengan urusan rumah dan Aluna. Walaupun lagi sakit gini dan rasanya badan sedang tumbang, pinginnya ngeluh dan ngomel deh ya rasanya hahaha tapi alhamdulillah saya mempunyai suami yang tidak pernah menuntut apapun dan justru sangat membantu terhadap kedua urusan ini. Juga saya pikir, I may be not feeling at my best, but some people have it worse. So why complain, self?

-- 

Sebetulnya saya menulis ini ingin menyapa saja, karena sudah memasuki minggu kedua di tahun 2018. Pingin mengisi blog dan menyapa orang orang yang membaca juga (Hai semua! :)), semoga tidak terlambat ya... Di tahun ini saya sama seperti tahun tahun sebelumnya saya nggak membuat resolusi hahaha, saya tadinya mikir kok kayaknya hidupku gitu-gitu aja ya? Tapi ternyata nggak juga kok... Lagian ternyata selama ini saya juga kalau membuat resolusi lebih ke arah hal-hal kecil dan personal atau mungkin siapa tahu di pertengahan tahun nanti barulah saya kepikiran membuat resolusi yang harus tercapai, tapi sementara itu, I'm figuring out as I go. Bagaimana dengan kalian semua, apa kalian orang yang membuat resolusi setiap tahun baru? Kalau iya, apa resolusinya?

Apapun rencana atau doa doa saya, yang pasti saya menginginkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih positif tentunya dan karena kondisi saya yang sedang tidak enak badan saat ini, saya ingin menjadi pribadi yang lebih sehat lagi di tahun ini, biar bisa ngurus ini itu lebih baik dan semangat! Hehehe. Semoga kita semua selalu sehat, selamat dan bahagia di tahun ini yaa! Have a wonderful day, week, month and year ahead semua! Love, Astiviana.