Monday, January 15, 2018

Thoughts: Pengantar Minggu, Rumah dan Aluna

Selama ini saya takut kalau saya nggak mampu mengurus hal hal domestik rumah tangga tanpa bantuan suami ataupun asisten rumah tangga. Takut keteteran, rumah hancur lebur berantakan seperti habis terkena halilintar (lebay...). Apalagi jika hal tersebut kejadian kalau di saat saya lagi nggak fit dan Aluna sedang aktif-aktifnya. Akhirnya... Ketakutan saya pun terjadi juga! Banyak yang menyarankan kalau sudah begini kondisinya, kebersihan rumah 'ntar aja' yang penting anak tetap diurusin. Saya setuju kok, anak itu tetap prioritas nomor satu ada atau tidak ada asisten rumah tangga. Tapi... Pada dasarnya saya orang yang suka bersih-bersih dan nggak suka sesuatu yang berantakan apalagi jorok, jadi mau ada nggak ada asisten rumah tangga buat saya rumah harus tetap bersih dan presentable. Walaupun begitu, saya juga tetap membatasi diri kok dalam membersihkan rumah saya ga serigid sebelumnya, kalau lagi memang capek atau males ya saya biarin aja berantakan, tapi ya pada akhirnya saya akan tetap bersihkan lagi.

Jadilah akhir-akhir ini saya kerja bakti dan sedikit kecapekan. Tapi seakan Aluna memahami kalau kondisi saya sedang kewalahan. Di saat saya cuci piring, bersih-bersih ruangan, Aluna anteng. Entah dia menonton televisi, utak atik buku (iya, utak atik soalnya Aluna belum bisa baca! :p), sesekali saya kasi youtube, atau dia asyik dengan mainannya. Yaaaa, sesekali Aluna rewel sedikit dan saya terhenti melakukan aktivitas untuk ngomong 'Noooo', 'Tidak boleh!', 'Aluna mau ngapain ya itu? Bahaya lho..' kalau Aluna sudah mulai melakukan hal-hal yang berbahaya dan mencurigakan hahahaha... Yang membuat gemes sih kadang di saat saya melipat baju atau ngelap barang, Aluna jadi ikut-ikutan 'membantu' atau pura pura melakukan aktivitas yang sama, walaupun kadang kadang dia berinisiatif membantu 'ngepel' dengan baju bersihnya :D (Tapi paling tidak I've my own little helper...)

Udah gitu hal yang membuat saya kaget lagi, Aluna makannya semakin pandai. Emang sih Aluna bukan tipe anak yang selalu mau makan apalagi sampai habis, tapi akhir-akhir ini Aluna makannya lahap dan mau makan sendiri dengan anteng di high chairnya.. Beberapa pekerjaan saya berkurang: memaksa dan menyuapi Aluna!

Sebetulnya tadinya saya nggak kepikiran untuk posting apapun di blog, tapi tadi sewaktu saya lagi beres-beres bajunya Aluna dan dia lagi khusyuk makan nasi pakai telur orak arik saya menyadari kalau:
1. Sedikit demi sedikit semua bisa dihandle juga. Paling paling jadwal mandi kita berdua mundur jadi agak siangan dan semakin aktif pesan makanan lewat gofood.... Haha atau menggunakan jasa catering..
2. Aluna semakin kooperatif dan mengerti. Dia bisa diminta tolong, entah membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kembali mainannya yang tadinya diberantakin atau makan di kursinya sendiri. Terima kasih banyak ya Aluna sudah membantu mama :)
3. Betapa hebatnya wanita di sana yang bisa juggling antara keluarga, karir dan urusan domestik rumah tangga apalagi tanpa bantuan dari siapapun. Sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Saya merasa apa yang saya lewati bukan apa-apa dan belajar untuk semakin mensyukuri, bahwa yang saya punya sekarang; tempat tinggal untuk dihuni, kondisi badan yang kalaupun sakit masih bisa diatasi dengan istirahat dan minum obat, anak yang kooperatif dan suami yang sangat sangat memahami, membantu juga tidak menuntut. Ya, saya merasa bahwa apa yang saya miliki dan lewati sekarang sudah lebih cukup.

Hmm sepertinya itu dulu saja ya tulisan saya kali ini, Aluna sudah mulai nangis, gelendotan, nangis mau nyusu dan mamanya harus bersihkan karpet karena abis disiram yakult sama Aluna! Semoga hari senin kita menyenangkan :) Thanks for reading!

No comments:

Post a Comment