Saat ini usia Aluna 11 bulan kurang 7 hari dan inshaAllah di bulan Agustus besok Aluna genap berusia 12 bulan, 1 tahun. Yang semula Aluna adalah 'baby', tidak lama lagi gelar itu akan berubah menjadi 'toddler'. Bagaimana perasaan saya? Excited iya, tapi tidak rela itu juga iya, pasti.. Kok rasanya waktu berlalu begitu saja ya?
Dulu sewaktu Aluna baru lahir, mikir tentang MPASI saat Aluna usia 6 bulan saja rasanya ahh masih lama kok, masih jauh. Mau membuka bungkusan kado baju bayi untuk usia 9-12 months rasanya pun nanti aja, masih lama. Tapi tahu-tahu saya sudah sampai di detik ini, lewat sudah hari-hari di mana saya belajar menyusui dan Aluna belajar menyusu. Lewat sudah hari-hari di mana saya menahan perih di saat menyusui, lewat hari di mana saya dan Aluna bangun setiap 2-3 jam sekali setiap harinya selama beberapa bulan pertama. Lewat sudah hari-hari di mana Aluna mulai mengenal dan mengkonsumsi sumber nutrisi lain selain ASI. Lewat pula hari di mana Aluna belajar minum dari sippy cup dan sedotan. Lewat sudah hari-hari tersebut.
Anak bayi ini yang tadinya begitu mungil, kenapa sudah hampir setahun ya usianya? Mellow sekali rasanya beberapa minggu belakangan ini, beberapa kali saya memandangi Aluna saat dia tertidur dan tidak terasa saya mulai meneteskan air mata. Entah perasaan apa yang saya rasakan, bangga, sedih, terharu, bahagia, jatuh cinta, tidak rela, semua jadi satu. Entahlah.
Yang pasti saya tahu adalah sekarang saya paham perasaan di saat orang tua berkata "Please don't grow up too fast" kepada buah hatinya. Perasaan di mana saya percaya tidak percaya, mau tidak mau, rela tidak rela, saya harus menerima bahwa momen-momen anakku Aluna sebagai seorang bayi akan lewat dan tidak akan bisa kembali. Saya pun sangat sadar bahwa terlepas dari segala materi yang manusia miliki, materi itu tidak akan bisa membeli waktu untuk berputar kembali. Ingin rasanya membekukan waktu, tapi itu bukan kuasa manusia.
Saya tidak bisa membeli waktu, namun saya bisa memberikan waktu yang saya miliki berupa atensi dan perhatian penuh kepada Aluna. Saya ingin bisa 'sepenuhnya ada' di saat saya merawat Aluna. Karena sebagai seorang Ibu dan orang tua saya ingin memberikan yang terbaik untuk putra putri saya. Tapi seorang Ibu, seorang bapak, sepasang orang tua pun hanyalah manusia biasa, yang juga punya keterbatasan. Namun saya yakin, dengan segala keterbatasannya kami pun akan mengusahakan yang terbaik untuk putra putrinya supaya mereka bisa hidup lebih baik dan lebih mulia dari kedua orang tuanya.
Walaupun jika suatu saat nanti saya menemukan momen yang tidak mudah atau justru sebaliknya, saya selalu berdoa supaya untuk diberikan keyakinan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapinya. Walaupun jika suatu saat saya menemukan momen yang tidak mudah atau justru sebaliknya, saya selalu berdoa supaya untuk diberikan keyakinan dan kekuatan dalam menghadapinya. Saya juga berdoa supaya saya selalu bisa menikmati proses, memetik pelajaran di saat saya melakukan kesalahan, dan yang terakhir menjadi Ibu yang baik dan benar bagi Aluna (Dan anak-anakku kelak nantinya).
***
Ah Alunanda Hayu Indramanto..
Not only I have my whole life to pray for you, but I also have my whole life to raise you..
To pray and to raise..
So one day you'll become a better, bolder and braver person than I am..
A better, bolder and braver person to do right and to do good things to yourself and others.
Me and papa are here to provide your needs Alunanda, until one day you're ready to spread your own wings... And soar with aims.

No comments:
Post a Comment